BERMULA DARI PANGGILAN

Hari ini masih dalam suasana ramadan. Di ujung ramadan. Ah … sepertinya aku sudah terbiasa menahan haus dan lapar seperti ini. Sudah hampir satu bulan aku puasa di bulan ramadan ini. Tapi, sayangnya bolong satu hari karena kondisi tubuh yang tak memungkinkan: aku sakit, dehidrasi. Tak apalah bolong satu.

Hari ini adalah hari pertama aku libur. Ya … sudah waktunya libur dari kerja. Libur delapan hari kerja pasti akan sangat menyenangkan. Aku telah membayangkan hari-hariku selama liburan. Liburan kali ini akan aku isi dengan membaca dan menulis, sebagai salah satu hobiku. Ada sih hobi yang lain: jalan-jalan ke alam lepas. Tapi…. Ah sudahlah. Menjalani hobi yang satu itu saat ini bagaikan menggenggam air. Tak akan mungkin. Huft.

Tapi aku akan tetap bahagia karena bisa bebas membaca dan menulis selama liburan ini. Aye….

Karena libur, hari ini pun aku bangun terlanjur siang. Tak ada yang membangunkan aku. Mungkin mereka sudah tahu dan mengerti. Hahaha

Seperti biasa, saat bangun tidur aku raih HP-ku untuk memastikan pukul berapa aku bangun. Ya … hanya alih-alih agar bisa lebih tahu diri dan menghargai waktulah ya. Pukul 08.50, ah belum terlalu siang ternyata. Tapi kalau takaran waktu kerja, aku pasti sudah terlambat. Hari ini? Santai sajalah sudah. Hahaha

Aku buka beberapa notifikasi dari HP-ku. Aku lihat notifikasi yang paling mencolok. Ada dari Youtube. Sebuah video yang menampilkan kecanggihan terbaru dari salah satu brand handphone: OPPO. Mereka akan mengeluarkan varian flagship terbaru mereka: OPPO RENO.

Ah … sepertinya HP ini membuatku ngiler untuk dapetin itu HP. Tapi kalau dipikir-pikir untuk apa? HP yang aku miliki sekarang pun sudah cukup bagiku. Kalau nurutin teknologi itu ga bakal habisnya. Iya ga sih?!

Next video, Vivo juga sedang menggarap varian baru gaes. Wah … semacam perang sehat dalam teknologi ya. Video tersebut menampilkan review dari Vivo Apex 2019. Yang katanya hanya ada delapan di dunia dan dua dari delapan itu ada di Indonesia. Waw…. Keren sih ya. Apa aja kecanggihannya? Aduh … cari sendirilah ya, panjang kalau mau ditulis. Lagian juga ini bukan artikel review HP kok. Hehehe. Yang jelas, keren sih teknologinya. Tapi….

Baiklah, aku masih berleye-leye ria di atas kasur. Tetiba ibu memanggilku, “Dika … sini dulu! Buruan!”

“Apa Bu?”

“Sini dulu loh! Astaga! Buruan bangun!”

“Udah bangun Bu.”

“Yaudah, buruan sini!”

Aku melangkah malas. Masih lemas. Gontai. Tibalah aku di depan ibu.

“Dik, tadi mbah nelpon.”

“Mbah mana?”

“Ya Mbah-mu lah. Mbah mana lagi? Kamu ni ya, ibu lagi serius ini.”

“Siapa tau mbah depan rumah. Iya kali, lagi males jalan terus telpon ibu.”

“Dika….”

“Iya Ibu…. Maaf. Kenapa Mbah? Mbah ada apa nelpon?”

“Mbah minta kamu nemenin dia di Yogya.”

“Kapan?”

“Sekaranglah!”

“Seriously Mom?! Bentar lagi lebaran loh! Masa iya lebaran di sana? Emang berapa lama sih? Kan bentar lagi lebaran Bu.”

“Ya…. Emangnya kenapa kalau kamu lebaran di sana?! Salah? Lagian juga Mbah sendirian di sana.”

“Bu….”

“Udah kamu buruan beres-beres penerbang jam 12.45. Kamu ke Jakarta dulu. Terus naek pesawat yang beda ke Adi Sutjipto.”

“Dari Lubuklinggau?”

“Iya sayang.”

“Bu…. Jangan bilang ini sudah Ibu rencanain karena kita tahun ini ga mudik ke Yogya. Ibu lempar aku ke sana.”

“Apa salahnya sih Dik?! Lagian juga kamu udah libur.”

“Iya sih…. Tapi kan ga semendadak ini juga kali Bu. Semua tiket udah Ibu beli?”

“Iya sudah!”

“Oh my god!”

“Buruan!” Kali ini ibu benar pergi ke dapur, entah apa yang dikerjakan.

Aku? Ah sudahlah. Sepertinya rencana liburanku kali ini sudah diatur sama nyonya besar di rumah ini. Huft. Apalah daya sebagai seorang anak lelaki pertama, aku selalu menjadi andalan mereka buat ngapa-ngapain.

Kadang untuk dapetin surga itu ga mudah ya gaes. Karena katanya surga masih ada di telapak kaki ibu.

Oh ibu….

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *