LUBUKLINGGAU-JAKARTA-YOGYAKARTA

Aku pun langsung bergegas menyiapkan pakaian seadanya. Entahlah akan berapa lama aku di sana?! Yang jelas, tanggal 10 Juni nanti, aku sudah masuk kerja.

“Bu, Dika berapa lama di sana?”

“Lihat kondisi, Dik.”

“Loh, tanggal 10 Dika sudah masuk kerja loh, Bu!”

“Iya tau!”

“Lah, ya berarti sebelum tanggal segitu Dika harus sudah di Linggau dong.”

“Iya…. Atur aja nanti. Bicarakan nanti sama Mbah.”

“Loh…. Kok gitu? Jadi ini benar-benar tiket pulangku belum Ibu urus?”

“Belum Dika….”

“Lah terus….” Sahut-sahutan antara kamarku dan dapur pun akhirnya tersudahi dengan ketidakjelasan.

Aku kembali berkutat pada perlengkapanku di sana. Aku pikir, tak akan lama di sana. Ya, aku hanya membawa satu ransel yang berisi 5 pasang baju, celana dalam 10 buah, perlengkapan mandi, laptop satu set, charger HP, headset, dan pastinya satu buah buku yang sedang kucoba hatamkan (Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis — Paulo Coelho). Cukup sudah amunisiku hanya untuk satu minggu di sana, kupikir.

Sebentar lagi jam 12, adzan dzuhur pun sebentar lagi berkumandang (pukul 12.09 WIB). Aku putuskan beranjak dari rumah setelah shalat dzuhur. Sengaja aku bersantai-ria karena tiketku sudah cek-in online oleh ibu. Lagian juga, aku tak ada membawa barang untuk di bagasi. Semua di kabin. Bawaanku hanya ransel yang aku gendong, tas selempang, dan satu kardus kecil berisi pempek oleh-oleh untuk mbah dari ibu. Pukul 12.20 aku pamit dengan ibu, ayah, kakak, dan tiga adikku, kemudian aku pun bertolak dari rumah menggunakan ojek. Sengaja aku tak ingin di-antar oleh mereka. Lagian ini juga hanya perjalanan yang sebentar. Perjalalanan dari rumah ke Bandara Silampari pun tak begitu jauh. Hanya butuh waktu lima menit.

Tibalah aku di Bandara Silampari. Ini kali pertama aku menginjakkan kaki di bangunan baru Bandara Silampari — Bandara Silampari ini baru saja selesai diperluas dengan menambahkan beberapa gedung baru, tepatnya sih kurang tahu, yang jelas bangunan ini baru saja diselesaikan, setahuku.

Ah…. Sudah lama aku tak merasakan aroma liburan seperti ini. Rasanya sedikit berbeda, tapi entah apa yang berbeda. Let it go, ajalah. Hehehe

Alhamdulillah, jadwal keberangkatan tepat waktu, 12.45, pesawat take off. Aku duduk tepat di sebelah jendela. Awan putih bergumul indah, seakan membentuk wajah, tapi aku tak mengenalinya. Tak terasa, awan itu telah menghipnotisku. Aku tertidur dan terbangun sesaat sebelum pesawat landing. Ah…. Perjalanan yang singkat. Sekarang aku sudah di Jakarta. 

Welcome to Jekardah.

Aku harus transit menggunakan pesawat yang berbeda, maskapai yang berbeda. Wah…. Sepertinya ibu sedang berhemat. Sepertinya ibu sengaja mencari harga tiket yang termurah. Baiklah, aku akan menunggu sekitar dua jam di Jakarta. Aku akan berangkat dari Soekarno-Hatta ke Adi Sutjipto, pukul 15.50.

Fix, sebentar lagi aku akan tiba di Yogyakarta.

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *