DESA BERPAYUNG KELUARGA

05 Juni 2019

Kukecup rindu pada malam sebelum aku tertidur lelap. Kemudian, aku terbangun pada hari ini dengan rindu yang masihbersemayam dalam hati dan pikirku. Rindu untuk semua orang yang kukasihi.

Hari ini adalah hari raya Idul Fitri. Dan aku berada jauh dari orang tuaku, saudaraku, dan tentunya dia yang selalu bisa membuatku gila. Namun, aku juga patut bersyukur karena dapat bersama kakung serta keluarga baru di desa ini. Di desa kecil ini, kekeluargaan sangat erat. Aku merasakan hangatnya kebersamaan yang teramat sangat di sini. Hingga, aku pun melupakan sejenak kekalutan karena tidak membersamai mereka yang ada di Lubuklinggau.

Setelah salat Idul Fitri di lapangan, kami pun tak beranjak dari lapangan. Kata kakung, akan ada acara makan ketupat bersama sekaligus saling bersalam-salaman (meminta maaf) kepada seluruh penduduk desa. Ya, karena penduduk desa ini tidak terlalu banyak, jadi kedekatan satu sama lain sudah sama seperti keluarga. Wah…. Aku baru pertama kali merasakan hal seperti ini. Suasana yang berbeda dari kampung halamanku. Uniknya lagi, seluruh pemeluk agama ikut melebur pada acara ini, tak hanya yang ber-agama Islam. Desa ini memang idaman. Tenggang rasa telah tumbuh subur di sini.

Ngomong-ngomong mengenai santapan ketupat, semua hidangan tersebut disiapkan oleh kaum hawa yang ada di desa ini. Sebelumnya, beberapa kaum adam (yang bertugas) akan menyiapkan meja sekaligus perlengkapan makan di lapangan. Biasanya mereka menyiapkan perlengkapan tersebut malam sebelum salat Idul Fitri. Esok subuhnya, barulah kaum hawa mulai membawa hidangan dari rumah mereka masing-masing untuk disajikan dan disantap bersama seusai salat Idul Fitri.

Aku benar-benar menikmati acara hari ini sekaligus kebersamaan yang memayungi desa ini. Acara berakhir sekitar pukul 11.00 dan para penduduk desa mulai berangsur pulang ke rumah masing-masing. Namun sebelum itu, tentunya kami pun saling bergotong-royong membereskan cum membersihkan lapangan. 

Kata kakung, acara hari ini tidak berakhir begitu saja. Namun, setelah salat Zuhur akan ada acara keliling desa dari rumah-ke-rumah. Setiap tuan rumah akan menyiapkan hidangan untuk para tamu yang bertandang ke rumah. Biasanya, setelah salat berjamaah di masjid, mereka akan mulai berjalan dari rumah yang terdekat dari masjid, sesuai kesepakatan. Oleh karena itu, dari pukul 11.00, orang-orang akan menyiapkan sajian untuk dihidangkan pada para tamu nantinya.

Wah…. Aku takjub. Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang sibuk. Aku bersyukur bisa berada dalam lingkaran ini.
Owh ya … satu lagi, lima gadis menawan yang aku sebutkan sebelumnya, hari ini tampil saaangat cantik. Mereka berhasil mengalihkan pandanganku dari yang lainnya. Oh Tuhan, sepertinya tempat ini adalah surga dunia.

Desa ini aku sebut dengan sebutan Desa Keluarga.

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *