Lupa Cara Menerbangkan Rindu

Apakah sekarang, rindu termasuk dalam kategori dosa? Dosa besar? Entah mengapa pikiran ini tak bisa lepas dari sajak tentang rindu.

Merindu. Mencintai. Mencintai Rindu.

Jika rindu itu dapat menyakitkan, kemudian dapat menzalimi diri sendiri, maka sepertinya, itulah yang dikatakan dosa.

Mirisnya, aku melakoni hal tersebut. Oh Tuhan … mengapa ini harus terjadi? Apakah dia juga merasakan hal yang sama?!

Tapi … sepertinya dia sudah mempunyai kekasih baru. Oh … rindu ini sudah tak bertuan lagi. Rindu ini tak ‘kan lagi menemukan rimbanya lagi. Rindu ini akan pupus sebelum tersampaikan lagi. Lantas, apakah aku benar-benar┬áharus mengikhlaskan rindu?! Mengubur rindu sedalam-dalamnya. Hingga kembali melupakan cara menerbangkan rindu. Miris.

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *