Kenangan yang Menguap dan Terbang

Tak banyak persiapan menuju Yogya kali ini. Pakaian pun tak sempat lagi dipilih. Ya, semua serba buru-buru.

Ayah telah membeli tiket pesawat untuk penerbangan pagi hari itu juga, keberangkatan Lubuklinggau-Jakarta. Kemudian dilanjutkan dengan penerbangan Jakarta-Yogyakarta, siang harinya. Kali ini, mau-tak-mau kami berangkat semuanya. Wajah duka pun menyelimuti kami, tak dapat dipungkiri.

Sepanjang perjalanan, aku hanya mengingat momen-momen saat bersama Kakung. Tepatnya beberapa minggu yang lalu. Walaupun tak lama, hari-hari bersama Kakung benar-benar berkesan. Banyak ilmu yang aku dapatkan. Banyak pengalaman yang aku petik: mulai dari merawat kebun, mencangkul, membuat pupuk, merawat ternak, cara memancing, mengolah madu, mengolah hasil panen, hingga soal asmara pun ikut andil. Tawa, canda, petuah dari Kakung, hingga misteri perempuan di air terjun pun terbang di imajinasiku. Terlanjur memesona.

Aku masih tak menyangka Kakung pergi secepat ini. Selama bersama Kakung beberapa minggu yang lalu, Kakung masih terlihat bugar. Tak ada sedikit pun keluhan yang keluar dari mulutnya. Tak ada juga terpatri di wajahnya hal yang menjanggal. Kakung benar-benar terlihat bugar. Bahkan terlihat masih muda.

Sekarang, aku hanya bisa berdoa. Semoga Kakung mendapatkan tempat yang layak di sana. Ammiiiin.

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *